ASITA dan Travel Meet Asia Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Travel Meet Asia 2026
Jakarta, 1 Mei 2026 – Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) bersama Travel Meet Asia terus memperkuat sinergi strategis dalam mendorong pertumbuhan industri pariwisata dan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) Indonesia menuju pasar regional dan global.
Kerja sama ini telah dimulai sejak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 7 Januari 2026 di Jakarta, bertepatan dengan momentum perayaan HUT ASITA ke-55. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Darren Seah, Executive Director Messe Berlin Asia Pacific selaku penyelenggara Travel Meet Asia, bersama Budijanto Ardiansjah, Secretary General DPP ASITA sekaligus Chairman of ASITA Fair 2026. Disaksikan oleh Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata Republik Indonesia dan jajaran Deputi Kementerian Pariwisata, serta Dr. N. Rusmiati M.Si., M.H, Ketua Umum DPP ASITA.
Penandatanganan tersebut menjadi langkah penting dalam mempertegas komitmen bersama untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan industri pariwisata Asia yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menghubungkan kekuatan jaringan internasional Messe Berlin Asia Pacific sebagai penyelenggara Travel Meet Asia dan ITB Asia dengan jaringan nasional ASITA yang tersebar di seluruh Indonesia. Sinergi tersebut membuka peluang besar bagi pelaku industri pariwisata Indonesia untuk memperluas akses pasar, memperkuat kemitraan bisnis, dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Pada 1 Mei 2026, Travel Meet Asia secara resmi merilis press release internasional bertajuk “Travel Meet Asia and ASITA Sign Strategic MoU to Strengthen Indonesia’s Regional Tourism Presence”. Rilis tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan sektor pariwisata dan MICE di kawasan Asia, sekaligus memperkuat eksposur Indonesia dalam jaringan travel trade global.

Dalam kerja sama ini, Travel Meet Asia akan memimpin strategi pemasaran internasional, global buyer recruitment, branding event, pengelolaan operasional pameran, serta konferensi internasional yang membahas tren industri pariwisata regional dan global. Sementara itu, ASITA akan berfokus pada penguatan sektor domestik melalui mobilisasi exhibitor nasional, sponsor strategis, business matching, forum industri, serta koordinasi dengan Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dan asosiasi terkait.
Budijanto Ardiansjah, Secretary General DPP ASITA sekaligus Chairman of ASITA Fair 2026 menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang bisnis bagi anggota ASITA dan pelaku industri pariwisata Indonesia secara keseluruhan.
“Travel Meet Asia menjadi platform yang sangat strategis untuk mempertemukan pelaku industri Indonesia dengan buyers internasional secara langsung. Ini bukan sekadar event, tetapi momentum besar untuk membangun ekosistem bisnis pariwisata Indonesia yang lebih kuat, terkoneksi secara global, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai implementasi nyata dari kerja sama tersebut, ASITA bersama Travel Meet Asia saat ini tengah mempersiapkan penyelenggaraan Travel Meet Asia 2026 yang akan berlangsung pada 23-24 Juni 2026 mendatang di Swissotel Jakarta, PIK Avenue.

Event ini akan menjadi salah satu platform B2B pariwisata terbesar di Asia Tenggara dengan menghadirkan buyers internasional, sellers, tourism boards, airlines, hotel groups, DMC, tour operators, corporate travel buyers, investor, serta stakeholder industri MICE dari berbagai negara.
Melalui Travel Meet Asia 2026, ASITA menargetkan peningkatan inbound tourism, perluasan kerja sama internasional, peningkatan transaksi bisnis pariwisata, serta penguatan positioning Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia.
ASITA optimistis bahwa sinergi ini akan menjadi langkah besar dalam membawa pariwisata Indonesia berkelanjutan dan mendunia.