Contact for support

(021) 75900094

Musda ASITA Sulsel Digelar, Didi Leonardo Sampaikan Terima Kasih dan Mohon Maaf

Musda ASITA Sulsel Digelar, Didi Leonardo Sampaikan Terima Kasih dan Mohon Maaf

MAKASSAR — Musyawarah Daerah (Musda) Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan digelar di Swiss-Belhotel Losari Makassar, Kamis (20/8/2026). Musda menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan arah organisasi dan industri perjalanan wisata Sulawesi Selatan ke depan.

Ketua DPD ASITA Sulsel, Didi Leonardo Manaba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota serta para stakeholder yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan organisasi.

Musda kali ini sekaligus menjadi momen perpisahan bagi Didi setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya di ASITA Sulsel. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dua pesan utama kepada seluruh anggota, yakni terima kasih dan permohonan maaf.

«“Terima kasih dan mohon maaf,” kata Didi.»

Didi berharap kepemimpinan ASITA Sulsel selanjutnya dapat diteruskan oleh figur dan kepengurusan baru yang mampu membawa organisasi semakin solid serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap kemajuan industri perjalanan wisata di Sulawesi Selatan.

Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang belum terselesaikan selama masa kepengurusannya.

«“ASITA tentu banyak tugas, banyak PR yang belum kita selesaikan,” ujarnya.»

Menurut Didi, tantangan industri pariwisata ke depan semakin kompleks. Persoalan yang dihadapi tidak hanya menyangkut keberlangsungan bisnis biro perjalanan, tetapi juga pengembangan destinasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta bagaimana mendorong pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara.

Karena itu, ia berharap kepengurusan baru dapat menghadirkan berbagai terobosan, terutama dalam memperkuat posisi travel agency sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata Sulawesi Selatan.

Kolaborasi Jadi Kunci

Didi menekankan pentingnya kolaborasi antara ASITA dengan pemerintah daerah, kementerian, pengelola bandara, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, industri pariwisata tidak dapat berkembang secara maksimal apabila hanya mengandalkan pelaku usaha. Dukungan regulasi, kebijakan pemerintah dan sinergi antarsektor menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang kuat.

«“Kerja sama kita dengan kabupaten, kota ini juga susah kalau tidak ada kolaborasi,” katanya.»

Ia menilai hubungan yang erat antara asosiasi industri dan pemerintah harus terus dijaga agar berbagai persoalan di lapangan dapat dicarikan solusi bersama.

Pasar Malaysia Mulai Menguat

Dalam kesempatan tersebut, Didi juga menyinggung perkembangan pasar wisatawan mancanegara yang menjadi salah satu perhatian industri pariwisata Sulawesi Selatan.

Ia menyebut wisatawan asal Malaysia mulai menunjukkan perhatian terhadap Sulawesi Selatan. Di sisi lain, pasar Eropa yang selama ini menjadi salah satu pasar penting bagi industri pariwisata juga perlu terus dipertahankan dan dikembangkan.

Menurutnya, peluang pasar internasional tersebut harus ditindaklanjuti dengan strategi promosi, pengembangan produk wisata, peningkatan pelayanan, serta konektivitas yang semakin baik.

Rakernas ASITA Jadi Salah Satu Capaian

Didi juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan stakeholder terhadap berbagai program dan kegiatan ASITA Sulsel selama masa kepengurusannya.

Salah satu kegiatan yang dinilai menjadi capaian penting adalah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASITA di Makassar.

Menurut Didi, keberhasilan pelaksanaan Rakernas tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, anggota ASITA maupun stakeholder pariwisata.

Ia berharap semangat kolaborasi tersebut dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan ASITA Sulsel berikutnya.

Harapan untuk Kepengurusan Baru

Menutup sambutannya, Didi kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota ASITA Sulsel apabila selama menjalankan amanah sebagai ketua terdapat kekurangan maupun hal-hal yang belum dapat diselesaikan.

Ia berharap pergantian kepemimpinan tidak mengurangi semangat kebersamaan dan silaturahmi di antara anggota ASITA Sulsel.

Didi juga berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan, menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah organisasi, sekaligus menghadirkan gebrakan baru bagi kemajuan industri perjalanan dan pariwisata Sulawesi Selatan.

Musda ASITA Sulsel pun menjadi titik penting bagi organisasi untuk melakukan regenerasi, memperkuat konsolidasi internal, dan menyusun strategi baru menghadapi dinamika industri pariwisata yang semakin kompetitif.

Asosiasi Partner

Premium Sponsor

Untuk informasi hubungi: [email protected]

Berita ASITA

RITEX 2026 Perkuat Posisi Riau di Peta Pariwisata Nasional dan Internasional

Musda ASITA Sulsel Digelar, Didi Leonardo Sampaikan Terima Kasih dan Mohon Maaf

HOTAS 2026 Jadi Tonggak Kolaborasi Pariwisata Malaysia–Indonesia, ASITA Riau Perkuat Sinergi Menuju Pekanbaru 2027

Travel Meet Asia 2026 Resmi Dibuka di Jakarta, Hadirkan 100+ Exhibitor Internasional

ASITA Hadiri Rakornas Pariwisata 2026, Dorong Transformasi Pariwisata Nasional yang Lebih Tangguh

DPP ASITA All Rights Reserved Manage By Sponduu